Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara kesehatan kardiovaskular dan fungsi kognitif dalam konteks pemecahan masalah matematika, dengan fokus khusus pada tahapan pemecahan masalah menurut Polya. Tujuan utama penelitian ini adalah memahami bagaimana faktor kardiovaskular dan denyut jantung dapat memengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas matematika kompleks, yang dikategorikan ke dalam empat tahapan berpikir Polya: (1) memahami masalah, (2) merencanakan, (3) melaksanakan, dan (4) meninjau solusi. Penelitian dilakukan di SMAN 16 Makassar dengan melibatkan 30 siswa laki-laki yang dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan status kesehatan kardiovaskular mereka: kelompok dengan kesehatan kardiovaskular optimal dan kelompok dengan risiko kardiovaskular tinggi. Partisipan dari kedua kelompok menjalani serangkaian tes kognitif yang dirancang untuk menilai kemampuan mereka pada setiap tahap pemecahan masalah matematika berdasarkan model Polya, termasuk tes aritmatika, aljabar, dan logika matematika. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa dengan kesehatan kardiovaskular optimal secara signifikan memiliki performa lebih baik di semua tahapan berpikir Polya dibandingkan dengan siswa dengan risiko kardiovaskular tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesehatan kardiovaskular memainkan peran penting dalam mendukung fungsi kognitif yang diperlukan untuk pemecahan masalah secara efisien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menjaga kesehatan kardiovaskular yang baik memberikan dampak positif terhadap kemampuan kognitif siswa, khususnya pada tahapan pemecahan masalah matematika menurut Polya. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya intervensi kesehatan kardiovaskular sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan kinerja kognitif dan akademik di tingkat sekolah menengah atas.
Copyrights © 2024