Potensi tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat oleh Suku Anak Dalam (SAD) di desa Sungai Ulak Jambi tidak semuanya diketahui oleh masyarakat, termasuk Guru dan siswa SMAN 1 Tanjung Jabung Barat. Salah satu cara memperkenalkan tumbuhan obat kepada masyarakat yaitu melalui kegiatan workshop pembuatan herbarium kering. Herbarium yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai wahana pengenalan tumbuhan bagi siswa dan sebagai media pembelajaran alternatif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan wawancara diketahui bahwa guru belum memanfaatkan herbarium kering dalam proses pembelajaran. Untuk itu Tim Pengabdian Kepada Masyarakat FKIP Universitas Jambi melakukan workshop pembuatan herbarium kering di SMAN I Tanjung Jabung Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih guru dan siswa SMAN 1 Tanjung Jabung Barat dalam membuat herbarium kering. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Tanjung Jabung Barat pada tanggal 10 hingga 13 Agustus 2024 yang dihadiri oleh 30 peserta. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan workshop. Peserta workshop terlihat sangat antusias dalam menerima materi dan termotivasi untuk membuat herbarium. Dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan ini guru dan siswa dapat meningkatkan keterampilan dalam membuat herbarium kering. Kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi guru IPA untuk menggunakan herbarium kering sebagai media pembelajaran yang sederhana namun bermakna bagi siswa.
Copyrights © 2024