Penelitian ini dilatarbelakangi pembelajaran masih berpusat pada guru, sehingga pembelajaran menjadi pasif. Rendahnya kemampuan dalam memecahkan masalah, dilihat ketika siswa mengerjakan soal yang berbeda dengan yang dicontohkan oleh guru. Siswa kesulitan bertanya, baik dengan guru maupun siswa lain, sehingga rendahnya dalam mengkomunikasikan ide-ide matematis baik secara lisan maupun tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model RME terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Komunikasi Matematis Siswa Kelas 3 Pada Materi Penjumlahan Pecahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan bentuk quasi eksperimen dan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas 3B dan 3C MIS Assalafiyah Bodelor Plumbon. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 68 siswa. Hasil penelitian pengaruh dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas dan uji t menggunakan program SPSS 20 for windows. Berdasarkan hasil penelitian (1) hasil uji t diperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05 dengan demikian terdapat pengaruh model RME terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas 3 pada materi penjumlahan pecahan. (2) hasil uji t diperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05 dengan demikian terdapat pengaruh model RME terhadap komunikasi matematis siswa kelas 3 pada materi penjumlahan pecahan.
Copyrights © 2022