Pola pembelajaran abad 21 menuntut pencapaian hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga dapat merangsang kemampuan berpikir kreatif dan berpikir kritis seluruh peserta didiknya. Kemampuan berpikir kreatif ini terdiri dari beberapa karakteristik yakni sensitivitas pengamatan, kelancaran berpikir, fleksibilitas berpikir, orisinalitas berpikir, kemampuan dalam mendefinisikan kembali, kemampuan menguraikan pikiran, kemampuan dalam menilai permasalahan, tingginya minat terhadap permasalahan, kepatuhan terhadap aturan yang ada, terbuka atas hal-hal baru, serta daya imajinasi yang kuat. Sementara untuk pencapaian hasil belajar diukur menggunakan Taksonomi Bloom yang menekankan pada kemampuan peserta didik dalam berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berpikir kreatif terhadap pencapaian hasil belajar siswa pendidikan vokasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan mengambil responden sebanyak 51 siswa vokasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa persamaan regresi untuk pengaruh kemampuan berpikir kreatif terhadap pencapaian hasil belajar adalah Y= 0,1044 X + 10,655 dengan nilai koefisien derminasi (r2) sebesar 0,41. Artinya kemampuan berpikir kreatif mempunyai hubungan yang positif terhadap hasil belajar dengan kekuatan determinasi sebesar 41% yang menunjukkan bahwa hubungan antara kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar cukup kuat.
Copyrights © 2024