Wali kelas menghadapi berbagai tantangan, termasuk penyesuaian terhadap perubahan kurikulum dan keterbatasan sumber daya. Namun, dengan strategi pembelajaran yang interaktif dan kontekstual, wali kelas berhasil meningkatkan karakter siswa, khususnya dalam hal kemandirian, gotong royong, dan berkebhinekaan global. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran wali kelas sebagai guru pembimbing dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 3 Dawuhan, Jawa Timur, dari segi penerapan, sumber daya dan persiapan, strategi, serta hasil dan dampak dari pembimbingan. Melalui temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan kebijakan Pendidikan dan praktik pembelajaran di Indonesia, serta menjadi referensi bagi guru dalam meningkatkan kompetensi mereka sebagai pembimbing yang efektif di lingkungan Pendidikan. Teknik pengumpulan data informasi menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali kelas memiliki peran signifikan tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam mendukung perkembangan sosial, emosional, dan moral siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan serta peningkatan kompetensi guru dalam peran mereka sebagai pembimbing di sekolah dasar.
Copyrights © 2024