Setiap hari rumah tangga menghasilkan sampah dapur dan dibuang percuma tanpa dimanfaatkan. Padahal sampah dapur bisa dimanfaatkan menjadi produk yang berguna yaitu untuk pembuatan pupuk. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dalam pemanfaatan sampah dapur, tetapi tidak semua masyarakat memahami dan memiliki kemampuan dalam mengolah sampah dapur. Pemberdayaan masayarakat melalui edukasi dan praktek langsung dalam pembuatan sampah dapur menjadi kompos adalah langkah yang tepat untuk mengatasi sampah dapur yang dihasilkan rumah tangga. Teknik persuasive approach dan society participatory dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Kabupaten Probolinggo, khususnya di desa Brumbungan Lor dalam pengelolaan sampah dapur menjadi kompos. Pemberdayaan masyarakat melalui metode tersebut terbukti efektif dengan antusias warga yang hadir mengikuti sosialisasi dan praktek. Peningkatan pengetahuan tentang pembuatan sampah dapur menjadi kompos (Dakupos) meningkat 93 % dan 87 % warga yang terlibat kegiatan menyatakan pembuatan dakupos sangat penting untuk dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar dan diharapkan masyarakat dalam memproduksi dakupos akan terus berkesinambungan.
Copyrights © 2024