Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Salah satu bentuk pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia adalah konservasi in situ. Namun, kawasan konservasi in situ dapat terancam oleh keberadaan tumbuhan asing invasif. Salah satu spesies tumbuhan asing invasif yang umum ditemukan di Indonesia adalah mantangan (Merremia peltata (L.) Merr.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas botani, metabolit sekunder, sifat invasif, dan upaya pengendalian mantangan. Penelitian ini adalah penelitian studi literatur yang dilakukan dengan menganalisis berbagai publikasi ilmiah yang memiliki topik relevan dengan tujuan penelitian. Berdasarkan penelusuran yang telah dilakukan, dijumpai informasi terkait botani mantangan yang mencakup distribusi, klasifikasi, dan morfologi mantangan; metabolit sekunder mantangan yang mencakup alkaloid, fenolik, flavonoid, kumarin, poliketida, saponin, steroid, tanin, dan terpenoid; sifat invasif mantangan dan dampak negatifnya bagi kawasan konservasi; dan upaya pengendalian sifat invasif mantangan.
Copyrights © 2024