Budaya politik di Indonesia terutama melalui pemanfaatan simbol budaya populer dan nostalgia, berperan penting dalam membentuk perilaku pemilih dan meningkatkan elektabilitas kandidat politik. Metode penelitian ialah kualitatif dengan desain studi kasus. Kerangka teori yang digunakan adalah konstruksi sosial realitas untuk memahami eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi citra "Si Doel" dalam nostalgia budaya politik. Pengumpulan data dengan cara observasi materi kampanye dan analisis dokumen. Analisis isi dan triangulasi data digunakan untuk memastikan validitas temuan dengan membandingkan berbagai sumber informasi, yang membantu memahami dampak nostalgia budaya pada pemilih. Temuan penelitian ini adalah strategi kampanye Rano Karno melalui citra "Si Doel" berhasil memanfaatkan proses konstruksi sosial realitas, di mana eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi berperan penting dalam membentuk persepsi masyarakat.
Copyrights © 2025