Hasil uji kompetensi guru SMA Negeri yang bertugas di salahsatu Kabupaten di tanah Melayu hanya lolos 42 persen dari total guru. Hal ini menandakan bahwa kinerja guru masih buruk. Salah satu faktor yang menyebabkannya adalah kecerdasan emosional, yaitu kemampuan untuk mengenali emosi sendiri dan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kecerdasan emosional terhadap kinerja guru. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis regresi linier. Penelitian ini dilakukan pada guru Sekolah Menengah Atas di Kabupaten di Riau yang berjumlah 879 guru. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan ukuran 10% dari populasi yaitu 90 guru. Teknik pengumpulan data adalah skala pengukuran psikologis non-tes. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut: Kecerdasan emosional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru di sekolah menengah umum. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru di sekolah menengah umum. Temuan ini mengindikasikan bahwa upaya peningkatan kecerdasan emosional, seperti melalui pelatihan atau program pengembangan keterampilan emosional, berpotensi meningkatkan kinerja guru secara keseluruhan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi kebijakan pendidikan dan pelatihan guru yang lebih efektif, khususnya dalam meningkatkan aspek kecerdasan emosional sebagai faktor penentu kinerja pendidikan yang berkualitas.
Copyrights © 2024