Pendahuluan: Stunting merupakan masalah serius di Desa Talawaan Atas, Minahasa Utara, yang memerlukan penanganan melalui pemberdayaan kader posyandu. Namun, keterbatasan pelatihan membuat kader kurang optimal dalam menjalankan perannya. Oleh karena itu, pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memanfaatkan pangan lokal sebagai solusi inovatif menjadi kebutuhan utama. Metode: Kegiatan Pelatihan tiga hari melibatkan tiga kader posyandu dengan materi kesehatan ibu dan balita, stunting, tumbuh kembang anak, serta PMT berbasis pangan lokal. Kader mempraktikkan pembuatan mie bayam merah dan puding daun katuk, didampingi saat posyandu untuk memastikan penerapan keterampilan. Hasil: Pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader tentang stunting dari 79% menjadi 90%. Selain itu, keterampilan kader dalam mengolah pangan lokal juga meningkat, terutama dalam memanfaatkan bahan seperti bayam merah dan daun katuk untuk PMT. Kesimpulan: Pelatihan dan pendampingan yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mencegah stunting melalui pemanfaatan pangan lokal. Program ini dapat menjadi model pemberdayaan kader di wilayah lain dengan permasalahan serupa.
Copyrights © 2024