Guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadapi tantangan besar dalam mendidik anak berkebutuhan khusus (ABK), terutama guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan dalam Pendidikan Luar Biasa (PLB). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak perbedaan latar belakang pendidikan terhadap kesehatan mental guru non-PLB di SLB, serta bagaimana mereka menghadapi konflik peran dan adaptasi di lingkungan sekolah khusus. Kegiatan psikoedukasi dilakukan sebagai intervensi untuk memberikan pemahaman mengenai regulasi emosi dan strategi adaptasi bagi guru non-PLB dalam menghadapi stres dan frustrasi yang timbul akibat kesulitan dalam menangani ABK. Dari kegiatan penegbdian ini dapat dilihat bahwa latar belakang pendidikan yang tidak relevan dengan ABK memengaruhi tingkat stres guru dan menyebabkan masalah kesehatan mental seperti frustrasi, kecemasan, dan burnout. Pelatihan regulasi emosi serta program pendidikan berkelanjutan sangat diperlukan untuk membantu guru non-PLB menjalankan peran mereka dengan lebih efektif dan sehat secara mental.
Copyrights © 2024