Pembentukan karakter pemuda merupakan salah satu aspek penting dalam proses pendidikan Islam. Dalam konteks ini, Al-Qur'an sebagai sumber wahyu utama, menawarkan berbagai kisah yang sarat dengan pelajaran moral dan etis. Dalam jurnal ini, kita akan menganalisis kisah Ashabul Kahfi dari perspektif Tafsir Al-Azhar, dengan fokus pada nilai-nilai akhlak yang terkandung di dalamnya. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kisah tersebut dapat digunakan sebagai pedoman dalam pembentukan karakter pemuda, serta bagaimana penafsiran Buya Hamka dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam konteks ini. Penelitian ini menggunakan metode library research yang bersifat deskriptif-analitis dengan pendekatan maudhu’i atau kajian tematik. Surah Al-Kahfi, yang merujuk kepada gua (kahf) tempat para pemuda berlindung, yang menjadi tempat keselamatan dan perlindungan mereka. Surah ini berfokus pada perlindungan dari fitnah (ujian dan godaan), dan ia menjadi pelindung dan keselamatan dari fitnah secara umum, terutama fitnah yang paling besar yang mengancam umat manusia, yang telah diperingatkan oleh Nabi kita dengan sangat tegas, yaitu fitnah Dajjal. Penulis menyimpulkan bahwa pemuda-pemuda Ashabul Kahfi memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah, sehingga Allah menambahkan petunjuk kepada mereka. Ini menekankan pentingnya iman sebagai dasar yang memperkokoh karakter.
Copyrights © 2024