Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai dalam Sanghyang Siksakandang Karesian (SSK) ke dalam pendidikan agama Katolik, dengan fokus pada pengembangan karakter siswa. SSK, sebagai naskah moralitas Sunda, menawarkan pedoman hidup yang mengedepankan tanggung jawab sosial dan etika moral. Metodologi yang digunakan mencakup pendekatan kualitatif dengan analisis mendalam terhadap tiga bagian utama SSK: Dasa Kreta, Dasa Prebakti, dan karma ning hulun. Penelitian juga menelisik korelasi antara ajaran moral dalam SSK dan ajaran Katolik untuk menarik implementasinya dalam konteks pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesamaan signifikan antara ajaran moral dalam SSK dan prinsip-prinsip ajaran Katolik, terutama dalam hal tanggung jawab individu dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi nilai-nilai ini dalam kurikulum pendidikan agama Katolik dapat mendorong siswa untuk lebih aktif berkontribusi dalam masyarakat, serta mengembangkan rasa empati dan kepedulian terhadap lingkungan sosial mereka. Signifikansi dari penelitian ini terletak pada kontribusinya terhadap pengembangan pendidikan agama yang relevan dengan konteks budaya lokal. Dengan memasukkan kearifan lokal, pendidikan agama Katolik tidak hanya menjadi proses transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter yang berintegritas dan peduli terhadap kesejahteraan sosial. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar bagi pengembangan kurikulum pendidikan agama yang lebih holistik dan kontekstual.
Copyrights © 2024