Status gizi menggambarkan keadaan tubuh berdasarkan variabel tertentu, seperti tinggi badan, berat badan, dan usia. Status gizi dipengaruhi oleh faktor makanan, penyerapan, dan penggunaan zat gizi. Banyak metode digunakan dalam penentuan status gizi, salah satunya dengan data antropometri. Metode pengukuran antropometri cukup mudah, sederhana, dan aman. Cara pengukuran antropometri yang tidak tepat dapat menyebabkan kesalahan dalam penentuan status gizi. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengukuran antropometri pada kader posyandu sering terjadi karena masih jarang adanya pelatihan pengukuran antropometri pada anak balita. Dalam hal ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat di posyandu RW 02 Kelurahan Wonotingal Kecamatan Candisari Kota Semarang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader. Sebanyak 10 kader di Posyandu RW 02 Kelurahan Wonotingal memperoleh materi pengetahuan dan selanjutnya dilakukan praktik langsung cara pengukuran antropometri dengan benar. Kuesioner pengetahuan diberikan pada sebelum dan sesudah mendapatkan materi pengetahuan dari narasumber. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan kader posyandu mengalami peningkatan setelah kegiatan materi dan pelatihan yaitu dari 68 point menjadi 84 point. Secara observasi keterampilan dalam pengukuran antropometri juga sudah bisa dilakukan dengan benar oleh para kader.
Copyrights © 2024