Abstract: Sitiwinangun Cirebon Pottery or Sitiwinangun traditional pottery has a unique pottery craft product that has been started since prehistoric times until now. The people of Sitiwinangun village until now still believe that a ritual process is still needed for the Karuhun or their ancestors. The process of giving offerings to the spirits of the ancestors before making this Sitiwinangun Cirebon Pottery from prehistoric times until now is still very thick with animistic ritual processes. The motifs and uniqueness of Sitiwinangun pottery are indeed liked by many art lovers in Indonesia and several countries worldwide. So it is not surprising that after the ritual process is carried out before making pottery, the people of Sitiwinangun village strongly believe that the ritual must still be carried out so that the quality and aesthetics of their pottery work are of better quality. Based on the facts, antique and artistic souvenir collectors still widely hunted this pottery artwork. In the life of the Sitiwinangun village community. It is said that to produce an extraordinary quality of work, several rituals must be carried out. The author tries to analyze a Communication Science study using the study of Transcendental Communication Representation in the ritual activities of making Sitiwinangun Pottery in Sitiwinangun Village, Cirebon. Abstrak: Gerabah Sitiwinangun Cirebon atau Sitiwinangun gerabah tradisional mempunyai keunikan hasil kerajinan gerabah yang sudah dimulai sejak zaman prasejarah sampai sekarang. Masyarakat desa Sitiwinangun sampai saat ini masih percaya bahwa masih diperlukan suatu proses ritual kepada para Karuhun atau para leluhur mereka. Pada faktanya proses memberikan sesajen kepada arwah para leluhur sebelum membuat Gerabah Sitiwinangun Cirebon ini semenjak zaman prasejarah sampai dengan sekarang masih sangat kental dilaksanakan proses ritual yang bersifat animisme. Motive dan keunikan gerabah khas Sitiwinangun memang disukai banyak pecinta seni di Indonesia maupun di beberapa negara-negara di dunia ini. Maka tak heran setelah dilaksanakan proses ritual sebelum membuat gerabah masyarakat desa Sitiwinangun mereka sangat percaya bahwa pelaksanaan ritual masih harus tetap dilaksanakan agar kualitas dan estetika hasil karya gerabah mereka menjadi lebih baik kualitasnya. Berdasarkan fakta, karya seni gerabah ini sampai saat ini masih banyak diburu oleh para kolektor suvenir antik dan artistik. Dalam kehidupan masyarakat desa Sitiwinangun. Konon, untuk menghasilkan suatu kualitas karya yang luar biasa, ada beberapa ritual yang harus dijalani. Penulis mencoba menganalisa suatu penelitian Ilmu komunikasi dengan menggunakan kajian Representasi Komunikasi Transendental pada kegiatan ritual pembuatan Gerabah Sitiwinangun di Desa Sitiwinangun, Cirebon.
Copyrights © 2024