Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena fenomena interferensi bahasa Sasak dengan bahasa Indonesia dan mengidentifikasi bentuk integrasi bahasa Sasak dengan Bahasa Indonesia pada mahasiswa PGSD UNU NTB. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang berdasar pada filsafat positivisme yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah dimana peneliti merupakan instrumen kunci. Sumber data didapatkan langsung dari hasil aktivitas komunikasi mahasiswa PGSD UNU NTB dengan menggunakan teknik Sadap, yaitu teknik yang dalam praktiknya untuk mendapatkan data dengan menyadap pembicaraan seseorang maupun banyak orang. Kemudian teknik yang lain adalah teknik SBLC (Simak Bebas Libat Cakap) dimana peneliti tidak terlihat dalam dialog. Teknik terakhir adalah dengan teknik rekam. Analisis data dilakukan dengan menelaah seluruh seluruh data yang tersedia dari subyek penelitian dengan menganalisis tiga komponen penting, yaitu bahasa sumber, bahasa penerima, dan bahasa yang diserap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa yang terjadi akibat dari fenomena interferensi bahasa Sasak dengan bahasa Indonesia adalah kesalahan pada aspek fonologis, morfologis dan aspek leksikal. Adapun bentuk integrasi bahasa Sasak dengan Bahasa Indonesia adalah integrasi audial, integrasi visual, integrasi penerjemahan langsung, dan integrasi penerjemahan konsep.
Copyrights © 2025