Penggunaan rem yang berulang-ulang menyebabkan komponen rem menghasilkan panas yang lebih tinggi daripada kemampuannya untuk menghilangkan panas. Panas yang berlebihan yang terjadi pada komponen pengereman akan menurunkan kinerja rem. Tujuan penelitian ini untuk untuk memahami karakteristik distribusi panas, distribusi tegangan, dan deformasi struktural. Material yang digunakan adalah structural steel dengan analisis steady state dan satructural menggunakan metode Finite Element Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi suhu maksimum mencapai 100,01 °C dan nilai fluks panas yang signifikan yakni sebesar 1,9955e5 W/m², yang mengindikasikan adanya potensi titik panas yang perlu diperhatikan. Nilai deformasi sebesar 0,00031935m artinya terjadinya deformasi sangat kecil, dan material tersebut cukup kuat untuk menahan beban tanpa mengalami perubahan bentuk yang signifikan. Nilai stres ekuivalen yang tinggi sebesar 2,9355e9 Pa, menandakan bahwa beberapa area berisiko mengalami kegagalan. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan modifikasi desain atau pemilihan material yang lebih kuat, serta melakukan pengujian fisik untuk memvalidasi hasil simulasi dalam kondisi nyata
Copyrights © 2025