Kompleksitas permasalahan yang dihadapi perempuan adat pendatang di Kasepuhan Anyar pasca mereka memutuskan diri untuk menjadi bagian dari warga adat, terutama dalam pengelolaan sistem budaya padi tidak lepas dari rangkaian relasi di dalamnya (relasi gender, relasi kuasa, relasi sosial, dan relasi budaya). Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelusuri pengalaman para perempuan adat pendatang dalam membangun makna terkait sistem budaya padi yang tidak lepas dari beragam relasi (gender, sosial, budaya, kuasa), melalui pendekatan interaksionisme simbolik. Permasalahan yang diangkat adalah: Bagaimana perempuan adat pendatang membangun pengetahuan dalam memaknai sistem budaya padi? Penelitian ini dilaksanakan pada masyarakat adat Kesatuan Banten Kidul, tepatnya di Kasepuhan Anyar yang berada di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif perspektif feminis, dengan tipe fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, observasi partisipan, studi data sekunder, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan sejak penelitian lapangan berlangsung, data yang telah diperoleh kemudian ditranskrip, coding, dan analisis menggunakan teori yang telah ditentukan. Hasil penelitian memperlihatkan pemaknaan yang dilakukan oleh perempuan adat pendatang tidak lepas dari proses interaksi yang mereka lakukan atas sistem sosial budaya yang berlaku dan berkelindan dengan seperangkat aturan, symbol, juga berlakunya sistem kabendon dalam kehidupan baru mereka sebagai warga adat.
Copyrights © 2024