Mengembangkan kompetensi komunikasi antarbudaya (ICC) sangat penting dalam pengajaran bahasa asing karena berdampak signifikan pada pembelajaran di kelas multikultural. Mengajar bahasa asing memerlukan pengajaran bahasa dengan budayanya yang khas yang menggabungkan agama, jenis kelamin, dan seperangkat kepercayaan seseorang. Oleh karena itu, ICC telah menjadi tujuan utama pengajaran/instruktur bahasa asing. Meskipun bahasa dan budaya begitu terkait sehingga yang satu tidak dapat hidup tanpa yang lain, bahasa masih diajarkan sebagai fenomena yang terpisah dari budaya). Mengikuti model ICC7 penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manfaat dan tantangan kompetensi komunikasi antarbudaya di kelas bahasa asing melalui wawancara semi-terstruktur dari 9 mahasiswa internasional (dari lima negara berbeda) yang terdaftar dalam kursus Pashto, Urdu, dan Inggris. Hasilnya menunjukkan bahwa (i) mahasiswa menjadi tahu tentang berbagai budaya, bahasa, nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan tradisi; (ii) ICC menimbulkan hambatan pembelajaran bahasa, keterasingan budaya, dan kesulitan dalam mempelajari dan memahami budaya dan norma sosial orang lain; (iii) namun, siswa mengembangkan sikap positif terhadap pembelajaran dan pengetahuan tentang budaya orang lain dan mengembangkan keterampilan literasi di kelas bahasa asing melalui ICC.
Copyrights © 2025