Penelitian ini menyelidiki metode yang digunakan kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SMA Negeri 2 Sendawar. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fungsi kepala sekolah dalam mendukung pengembangan profesional guru, pembinaan siswa, optimalisasi sarana dan prasarana, serta kolaborasi dengan orang tua dan komite sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mengumpulkan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Menurut hasil penelitian, kepala sekolah menggunakan strategi yang mencakup pengawasan informal melalui pemantauan langsung kegiatan belajar-mengajar, serta pengawasan formal melalui rapat koordinasi. Optimalisasi fasilitas seperti ruang belajar dan laboratorium menjadi prioritas utama. Kepala sekolah juga mendorong kerja bersama komite sekolah dan orang tua melalui program "Kelas Inspirasi" dan forum paguyuban kelas. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sistem penjaminan mutu, variasi komitmen guru, dan rendahnya partisipasi pihak eksternal. Sebagai solusi, kepala sekolah menggunakan pendekatan personal untuk meningkatkan motivasi guru, melakukan evaluasi berkala, dan membangun komunikasi intensif dengan pihak terkait. Studi ini menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan oleh kepala sekolah berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan, akademik dan non-akademik dan merekomendasikan penguatan pelatihan serta pemanfaatan teknologi untuk keberlanjutan manajemen berbasis sekolah.
Copyrights © 2024