Artikel ini mengkaji suatu permasalahan sosial di tengah masyarakat yang menjadi isu global, yaitu pola asuh toxic parenting. Pola asuh toxic parenting adalah pola asuh anak yang kekuasaan selalu ada pada orang tua, seperti mengekang anak, orang tua mendahulukan egonya dan anak tidak diberi kesempatan untuk mengutarakan keinginannya. Hal ini dapat berdampak negatif pada kondisi kesehatan mental anak, seperti anak selalu merasa rendah diri, memiliki sikap perfeksionis dan mengalami depresi. Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidhi: 1911 dijelaskan bahwa, sesama makhluk di muka bumi harus saling mengasihi dan mencintai. Begitu pula dengan perlakuan orang tua terhadap anaknya, yang harus memberikan kasih sayang dengan cara menunjukkannya secara baik dan benar, agar terjalin hubungan yang sehat antara orang tua dan anak. Tulisan ini bertujuan untuk menemukan korelasi antara pola asuh toxic parenting dan hadis, serta mengeksplorasi tindakan preventif yang ditawarkan oleh Rasulullah. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan psikologi. Hasil atas kajian ini, 1) Hadis riwayat Tirmidhi: 1911 secara umum menjelaskan mengenai pandangan Nabi terhadap pola asuh toxic parenting. 2) Pemaknaan kandungan hadis di dalamnya mengenai pola asuh anak yang baik dan penuh kasih sayang. 3) Dampak bagi anak atas pola asuh toxic parenting dalam sudut pandang psikologi. 4) Tindakan preventif yang ditawarkan untuk mecegah pola asuh toxic parenting.
Copyrights © 2024