Selain lazim digunakan dalam teologi Kristen, kata Roh Kudus sendiri juga cukup populer dalam teologi Islam. Bahkan, menurut Fuad 'Abd al-Baqi dalam Al-Qur'an kata Roh Kudus (Ruh al-Qudus) terulang sampai 4 kali yang masing-masing terdapat pada QS. Al-Baqarah [2] : 87, 253, QS. Al-Maidah [5] : 110 dan QS. Al-Nahl [16] : 102. Namun, dalam praktiknya Abu Zahrah memberikan penafsiran yang beraneka ragam terkait kata tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengulik ragam pemaknaan Abu Zahrah terhadap terma (Ruh al-Qudus) yang dinilai berbeda dengan mayoritas mufassir yang hanya menafsirkan kata tersebut dengan Jibril. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan termasuk ke dalam penelitian kepustakaan (library research). Hasil dari penelitian ini menyebutkan, bahwa makna dari Ruh al-Qudus Yang terdapat dalam Al-Qur'an ternyata tidak hanya terpaku pada Jibril sebagaimana yang banyak disinggung oleh para mufassir klasik. Lebih dari itu, makna Ruh al-Qudus yang terdapat dalam Al-Qur'an mempunyai makna yang beragam, seperti: Jibril, Injil, Mukjizat dan Anugerah.
Copyrights © 2024