Pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), menghadapi tantangan dalam menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program magang guru sebagai strategi untuk meningkatkan relevansi kurikulum dan kualitas pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur komparatif, dengan pengumpulan data dari berbagai sumber sekunder. Temuan menunjukkan bahwa kemitraan antara pendidikan dan industri sangat penting untuk menyesuaikan kurikulum dengan tuntutan pasar kerja. Namun, terdapat hambatan seperti kurangnya pemahaman industri dan stigma negatif terhadap pendidikan vokasi. Program magang guru memberikan pengalaman praktis yang dapat meningkatkan kompetensi pengajaran dan mempersiapkan siswa untuk dunia kerja. Dengan evaluasi yang sistematis, diharapkan program ini dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing di pasar kerja.
Copyrights © 2024