Artikel ini membahas studi kasus tentang pembelajaran di masa pandemi dengan memanfaatkan teknologi pendidikan sebagai pendukung kegiatan di sekolah. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran daring kemungkinan akan berlanjut dan semakin berkembang meskipun ada kekhawatiran dari berbagai pihak terutama sekolah-sekolah rintisan dalam upayanya mengatasi perubahan pola pembelajaran saat ini. Khususnya sekolah yang memiliki lingkungan geografis pegunungan menyebabkan kurangnya akses internet, serta latar belakang masyarakat yang bervariasi dalam menyikapi pembelajaran secara online. Secara umum masyarakat baik itu guru, siswa maupun orang tua mengakui kondisi belajar pada masa ini buruk, hal ini disebabkan karena sebagian besar masyarakat tidak mempunyai pengalaman belajar online. Namun disamping itu studi kasus juga menggambarkan bahwa pihak sekolah memberikan perhatian lebih atas hal ini dengan mengupayakan pengajaran lebih mudah dan menarik bagi siswa, memperhatikan kebutuhan belajar siswa, refleksi siswa dan mempertimbangkan beban kerja para guru.
Copyrights © 2021