Ikan Bandeng (Chanos chanos) memiliki tingkat permintaan yang terus meningkat sehingga diperlukan teknologi untuk meningkatkan produktivitas ikan bandeng melalui penggunaan padat tebar ikan yang optimal dan teknik budidaya yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh padat tebar yang berbeda dan teknologi budidaya (monokultur dan polikultur) pada pertumbuhan ikan bandeng dan menganalisis rentang nilai kualitas air di lokasi budidaya. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari enam perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar yang berbeda dan Teknik budidaya yang digunakan (monokultur dan polikultur) tidak signifikan terhadap panjang rata-rata, berat rata-rata, panjang mutlak dan berat mutlak ikan bandeng. Pada parameter kualitas air, seperti suhu, oksigen terlarut, TDS, pH, salinitas, nitrat, nitrit, dan amonia berada dalam rentang optimal untuk mendukung pertumbuhan ikan bandeng. Kesimpulan dari penelitian ini adalah teknologi polikultur dengan padat tebar optimal 20 ekor/m2 direkomendasikan untuk digunakan pada sistem budidaya di Tambak Reda Kampung Petta Barat dari segi efisiensi lahan dan pakan yang digunakan.
Copyrights © 2025