Anak usia dini ikut merasakan dampak dari krisis kesantunan berbahasa. Terkait dengan keadaan seputar penggunaan kesantunan pada anak usia dini, sebagian besar temuan kesantunan berbahasa tidak sesuai kondisi ideal. Anak usia dini memiliki ketidakmampuan untuk menggunakan kata-kata "tolong," "maaf," dan "terima kasih" dengan benar. Hal ini merupakan tantangan besar. Penggunaan metode keteladanan dalam upaya untuk menyelesaikan masalah ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran terperinci tentang bagaimana metode keteladanan digunakan untuk mengenalkan kesantunan berbahasa pada anak usai dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Observasi dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian mendukung penggunaan metode keteladanan sebagai sarana mengajarkan kesantunan melalui pemberian contoh-contoh konkret. Sejak usia dini, anak-anak dapat menggunakan metode keteladanan sebagai bentuk stimulus untuk mendapatkan respons berupa penggunaan Bahasa yang santun.
Copyrights © 2025