Sekolah minggu memiliki peran penting dalam perkembangan spiritual dan moral anak-anak, sehingga memerlukan keberadaan guru yang berkualitas untuk mendidik mereka. Namun, keterbatasan jumlah guru yang ada seringkali menjadi kendala dalam pengajaran yang efektif. Karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana strategi manajemen Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang dapat mengatasi keterbatasan guru di sekolah minggu. Dengan adanya dukungan dan pelatihan yang memadai bagi guru sekolah minggu, para guru menjadi lebih siap dan percaya diri dalam menyampaikan materi ajaran Kristen dengan cara yang relevan dan menarik bagi anak-anak. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode analisis deskripsi kualitatif. Pada metode kualitatif ini juga penulis menggunakan tehnik penelitian berupa observasi, dan wawancara terbuka serta studi pustaka melalui pentingnya pelatihan guru sekolah minggu. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan keterbatasan tersebut, termasuk kurangnya pelatihan dan dukungan bagi guru. Melalui analisis ini, Temuan ini diharapkan menjadi referensi bagi gereja-gereja lain yang menghadapi tantangan serupa dalam mengoptimalkan kuantitas guru dan memberikan pendidikan rohani yang lebih baik bagi anak-anak.
Copyrights © 2024