Penelitian ini memberikan eksplorasi kritis terhadap wacana pemikiran manusia sebagai objek acuan keamanan dalam kasus Konflik Sudan dalam memberikan tinjauan terhadap pertemuan dimensi ancaman keamanan militer dan non-militer. Permasalahan mendasar dari penelitian ini bermuara pada bagaimana wacana pemikiran keamanan manusia dalam Konflik Sudan dipahami melalui dua dimensi ancaman keamanan di atas, berdasarkan pendekatan sekuritisasi kosmopolitanisme dan pendekatan dualisme hubungan kritis antara keamanan manusia dan keamanan negara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dari deskripsi analitis melalui tinjauan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wacana pemikiran manusia sebagai objek referensi keamanan militer dan non-militer dalam Konflik Sudan sebagai bagian dari perang baru menemukan momentum pada dua pendekatan di atas, terkait tugas pokok dan fungsi operasi pemeliharaan perdamaian sesuai mandat Resolusi DK PBB 2086. Kedua pendekatan di atas mensintesiskan realisasi keamanan manusia kritis sebagai bagian dari masyarakat kosmopolitan terkait melepaskan ancaman keamanan manusia yang ideal dari keamanan negara dalam Konflik Sudan. Tidak hanya melihat manusia sebagai objek ancaman keamanan berdimensi militer, namun resiproktivitasnya terkait dengan tanggung jawab negara membebaskan manusia dari dimensi ancaman keamanan non-militer.Kata kunci- Keamanan Manusia, Keamanan Militer, Keamanan Non-militer, Peacekeeping Operations, Konflik Sudan
Copyrights © 2024