Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah instrumen kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal dalam proses produksi suatu barang atau jasa. Implementasi dan pemenuhan TKDN dalam industri kecil (IK) khususnya di industri kreatif menghadapi tantangan tersendiri. Kajian ini bertujuan untuk mengukur kesiapan pemenuhan TKDN-IK untuk menjadi mitra pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa. Penelitian ini mengevaluasi empat variabel: bahan/ material, tenaga kerja, biaya tidak langsung pabrik, dan biaya pengembangan. Responden dalam penelitian adalah pelaku usaha di industri kreatif pada bidang usaha fesyen, kuliner, dan kerajinan di DI Yogyakarta, dengan penarikan sampel secara purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, studi lapangan, observasi, dokumentasi, serta FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan TKDN-IK di sektor fesyen, kuliner, dan kerajinan sudah cukup baik pada beberapa aspek, seperti penggunaan bahan baku lokal dan pengelolaan biaya operasional. Namun, aspek-aspek seperti penyediaan bahan lokal, pelatihan tenaga kerja, keselamatan kerja, serta sertifikasi masih menjadi tantangan yang perlu diperbaiki. Kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya informasi, proses administrasi yang rumit, serta persepsi. Untuk mendukung pemenuhan TKDN-IK, diperlukan upaya lebih lanjut dari pemerintah dalam hal sosialisasi, pendampingan, serta penyederhanaan prosedur sertifikasi.
Copyrights © 2025