Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan pengalaman aparat Desa Dahana Tabaloho terhadap sistem kompensasi serta implikasinya terhadap motivasi dan kepuasan kerja. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kaur Umum, Kaur Perencanaan, Kepala Seksi Pemerintahan, Kepala Dusun, dan Wakil Ketua BPD. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun aparat desa memiliki persepsi positif terhadap sistem kompensasi, terdapat tantangan terkait keterlambatan pencairan dan kurangnya transparansi yang memengaruhi motivasi dan kepuasan kerja mereka. Implementasi kebijakan yang lebih efisien, pelatihan administratif, serta penyederhanaan prosedur administratif dapat meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja aparat desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem kompensasi yang adil dan transparan berpotensi meningkatkan kinerja aparat desa, namun perlu adanya perbaikan dalam hal kecepatan pencairan dan transparansi.
Copyrights © 2024