Phinisi Integration Review
Vol 8, No 1 (2025)

JEJAK PLURALISME AGAMA DI PAPUA: PERSPEKTIF SEJARAH EKSISTENSI AGAMA BUDDHA MODERN DI KOTA KOTA JAYAPURA (1978 – 1989)

Kulyasin, Kulyasin (Unknown)
Loppies, Megiridha (Unknown)
Handoko, Susanto T. (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Mar 2025

Abstract

Sejarah perkembangan suatu agama di Indonesia merupakan kajian yang cukup penting bagi keberlangsungan rasa toleransi umat beragama yang ditinjau dari perspektif sejarah. Terlahir sebagai sebuah negara jamak yang memiliki keberagaman budaya dan juga agama tentu menjadi satu kronik fenomena sejarah sosial Indonesia yang sangat menarik untuk dibahas pada abad ini. Penelitian Mengenai Sejarah Perkembangan Agama Buddha di Papua masih menjadi penelitian yang sangat jarang dilakukan oleh para peneliti sejarah lokal maupun Indonesia, sehingga satu langkah awal yang penting untuk menjadi pemantik penelitian selanjutnya perlu dilakukan agar historiografi sejarah lokal Papua lebih beragam. Kajian pluralisme agama tentu menjadi satu kajian yang penting bagi masyrakat papua sebagai sarana peningkatan rasa toleransi umat beragama di tanah Papua khususnya di Kota Kota Jayapura maka dari itu satu penelitian tentang kondisi pluralisme Agama di Kota Jayapura secara khusus mendalami lebih jauh eksistensi Agama Budha di Kota Kota Jayapura dalam kurun waktu 1978-1989 menjadi fokus dalam pembahasan ini. Tujuan penelitian ini diharapakan menjawab awal mula Agama Buddha di Kota Kota Jayapura pada tahun 1978 sebagai bagian dari keberagaman umat beragama di Indonesia serta melihat fenomena pluralisme yang terjadi berdasarkan ruang dan waktu sejarah. Metode peneltian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang memeiliki mekanisme tersendiri dimulai dari menentukan tema penelitian, heuristik, kritik sumber, interpretasi, hingga menyusun menjadi sebuah karya tulis ilmiah (historiografi).The history of the development of a religion in Indonesia is a crucial study for the continuity of religious tolerance, viewed from a historical perspective. Being born as a plural nation with diverse cultures and religions certainly becomes an interesting chronicle of Indonesian social history to be discussed in this century. Research on the history of Buddhism's development in Papua remains a rarely conducted study by local and Indonesian historical researchers. Therefore, an important first step to spark further research needs to be taken to diversify the historiography of Papuan local history. The study of religious pluralism is undoubtedly an important study for Papuan society as a means of enhancing religious tolerance in the land of Papua, especially in Jayapura City. Hence, a study on the condition of religious pluralism in Jayapura City, specifically delving deeper into the existence of Buddhism in Jayapura City during the period of 1978-1989, becomes the focus of this discussion. This research aims to answer the origins of Buddhism in Jayapura City in 1978 as part of religious diversity in Indonesia and to examine the phenomenon of pluralism that occurred based on historical space and time. The research method used is the historical research method, which has its own mechanism starting from determining the research theme, heuristics, source criticism, interpretation, to compiling it into a scientific paper (historiography).

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

pir

Publisher

Subject

Arts Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Social Sciences Other

Description

Phinisi integration review dikelola oleh program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar dengan ISSN: 2614-2317 (online) dan ISSN: 2614-2325 (Cetak), terbit 2 kali dalam setahun pada bulan februari dan agustus. Phinisi integration review ...