Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mengubah sektor pendidikan secara signifikan, termasuk dalam strategi branding sekolah. Penelitian ini mengkaji optimalisasi teknologi informasi dalam branding sekolah untuk meningkatkan partisipasi publik di SMAN 8 Malang. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan analisis dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan keberhasilan penerapan model AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action) dalam strategi branding. Media sosial seperti Instagram dan TikTok dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran dan minat publik. Selain itu, website sekolah menjadi media komunikasi yang transparan, sedangkan WhatsApp Group memperkuat keterlibatan dengan orang tua. Meskipun berhasil, terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan koordinasi internal. Penelitian ini menyoroti peran signifikan teknologi informasi dalam membangun identitas institusi yang kuat dan merekomendasikan peningkatan strategi digital branding agar lebih efektif.
Copyrights © 2025