Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui apakah integrasi pembelajaran berdiferensiasi dan tahapan plan, do, dan see Lesson Study dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris siswa sekolah menengah pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas berbasis Lesson Study (PTKbLS) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-1 UPT SPF SMPN 23 Makassar yang berjumlah 32 orang. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus yang melibatkan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini berhasil meningkatkan hasil belajar siswa secara bertahap. Pada siklus pertama, implementasi awal pembelajaran berdiferensiasi mulai memenuhi kebutuhan siswa, meskipun keterlibatan dan pemahaman terhadap unsur kebahasaan masih rendah dengan nilai rata – rata capaian indikator yaitu 2.9 dengan skala 5, pada siklus kedua, melalui penyesuaian materi dan metode, keterlibatan siswa meningkat, terutama dalam menyusun teks sederhana dan menggunakan ungkapan opini dengan nilai rata – rata capaian indikator yaitu 3.65. Siklus ketiga menunjukkan hasil optimalisasi, di mana siswa mampu menghasilkan karya kreatif, memahami struktur naratif, serta menunjukkan peningkatan kerja sama dan keterlibatan dalam kelompok dengan nilai rata – rata capaian indikator yaitu 4.65. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa integrasi pembelajaran berdiferensiasi dengan Lesson Study efektif dalam meningkatkan keterlibatan, kreativitas, dan hasil belajar siswa, sekaligus memperkuat pentingnya refleksi berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Copyrights © 2024