Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

TYPES AND FACTORS CAUSING PLAGIARISM IN PAPERS OF ENGLISH EDUCATION STUDENTS Sulaiman, Rizkariani; Sulastri
Inspiring: English Education Journal Vol 1 No 1 (2018): Inspiring: English Education Journal
Publisher : Prodi Tadris Bahasa Inggris STAIN Parepare (IAIN Parepare)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.085 KB) | DOI: 10.35905/inspiring.v1i1.836

Abstract

The purpose of this study is to determine the type of plagiarism contained in student papers on the subject of Introduction to Literature and the factors causing students to do plagiarism. Researchers used descriptive quantitative research methods to answer both research questions. In this study, this type of plagiarism is examined using unpaid online applications and manuals to determine the type of plagiarism based on indicators of government regulation no. 17 year 2010. While the factors causing plagiarism obtained through the responses of respondents to a given questionnaire. Population in research is one semester student majoring in English Education. The total population was 50 students and the sample in the study was 44. The results of the study show that type 1 plagiarism is the most dominant type appearing in student papers, followed by plagiarism types 2, 3 and 4. Chapters 1 and 2 in most papers are chapters where the chances of plagiarism occur most often. Then, the factors that cause students to practice plagiarism are: a) lack of understanding how to cite and write references well so not confident in composing academic writing; b) limited access to referrals and c) student attitudes which often delay and hasten in completing tasks.
Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sulaiman, Rizkariani; Mansyur, Umar
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024): September-December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i3.2364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui apakah integrasi pembelajaran berdiferensiasi dan tahapan plan, do, dan see Lesson Study dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris siswa sekolah menengah pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas berbasis Lesson Study (PTKbLS) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-1 UPT SPF SMPN 23 Makassar yang berjumlah 32 orang. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus yang melibatkan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini berhasil meningkatkan hasil belajar siswa secara bertahap. Pada siklus pertama, implementasi awal pembelajaran berdiferensiasi mulai memenuhi kebutuhan siswa, meskipun keterlibatan dan pemahaman terhadap unsur kebahasaan masih rendah dengan nilai rata – rata capaian indikator yaitu 2.9 dengan skala 5, pada siklus kedua, melalui penyesuaian materi dan metode, keterlibatan siswa meningkat, terutama dalam menyusun teks sederhana dan menggunakan ungkapan opini dengan nilai rata – rata capaian indikator yaitu 3.65. Siklus ketiga menunjukkan hasil optimalisasi, di mana siswa mampu menghasilkan karya kreatif, memahami struktur naratif, serta menunjukkan peningkatan kerja sama dan keterlibatan dalam kelompok dengan nilai rata – rata capaian indikator yaitu 4.65. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa integrasi pembelajaran berdiferensiasi dengan Lesson Study efektif dalam meningkatkan keterlibatan, kreativitas, dan hasil belajar siswa, sekaligus memperkuat pentingnya refleksi berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Strategi Interaksi Dosen dalam Meningkatkan Keterlibatan Mahasiswa pada Mata Kuliah Public Speaking Rusdiah, Rusdiah; Sulaiman, Rizkariani
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024): September-December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i3.2428

Abstract

Keterampilan berbicara formal merupakan salah satu kebutuhan mahasiswa dalam persiapan menghadapi dunia profesional yang kompetitif. Penelitian bertujuan menganalisis strategi interaksi dosen berbasis pendekatan IRF (Initiation, Response, Feedback) dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa pada mata kuliah Public Speaking. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis CA (Conversation Analysis)/ Analisis Percakapan. Metode sampling yang digunakan adalah purposif sampling dan subjek penelitian adalah mahasiswa semester tiga Program Studi Sastra Inggris Universitas Muslim Indonesia karena mahasiswa semester tiga berada pada tahap pengembangan keterampilan berbicara formal yang intensif melalui mata kuliah Public Speaking. Data dikumpulkan melalui observasi interaksi kelas dan analisis transkrip interaksi selama perkuliahan. Prosedur pengumpulan data mencakup identifikasi pola interaksi IRF (initiation, response, feedback) seperti pertanyaan inisiasi dosen, variasi respons mahasiswa, dan bentuk umpan balik yang diberikan. Analisis data dilakukan secara terstruktur mulai dari menganalisis transkrip percakapan mahasiswa dan dosen selama lima kali perkuliahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen menggunakan berbagai strategi seperti penggunaan model IRF yang terstruktur (Inisiasi, Respons, Umpan Balik); aktivitas pembelajaran aplikatif seperti simulasi dan diskusi kelompok; umpan balik yang konstruktif dan personal untuk memperbaiki kekurangan; suasana kelas yang inklusif dan mendukung partisipasi; dan penggunaan refleksi akhir untuk memperkuat pemahaman dan motivasi belajar mahasiswa dalam upaya untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa. Penelitian memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan metode pengajaran berbasis interaksi, khususnya untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan komunikasi di dunia profesional. Dengan temuan ini, diharapkan strategi IRF dapat diterapkan secara lebih luas untuk meningkatkan keterlibatan dan kompetensi mahasiswa dalam berbagai konteks.
PKM Peningkatan Keterampilan Kepewaraan Siswa MA Wihdatul Ulum Kabupaten Gowa Mazhud, Nurfathana; Sulaiman, Rizkariani
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v2i1.126

Abstract

Kesuksesan pelaksanaan suatu kegiatan ditentukan oleh kepiawaian seorang pewara saat membawakan acara. Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, maka sangat tepat untuk memberikan pelatihan kepewaraan bagi siswa sebagai bekal awal dalam menumbuhkan kepercayaan diri dan kreativitasnya melalui pengalaman membawakan acara. Manfaat dalam kegiatan ini adalah diharapkan siswa mampu menyampaikan maksud dan tujuannya dalam bentuk lisan secara baik dan fasih. Selain itu, siswa diharapkan mampu memandu jalannya acara atau bertindak sebagai MC  baik itu acara formal, semi formal, dan non formal. Kegiatan pelatihan kepewaraan ini dilengkapi dengan proses pelatihan bagi petugas upacara sehingga siswa mampu meningkatkan kualitas upacara dengan didasari oleh ilmu yang telah didapatkan. Pelaksanaan kegiatan PKM MA Wihdatul Ulum dalam Meningkatkan  Keterampilan Kepewaraan mendapatkan respon yang baik. Pengurus OSIS MA Wihdatul Ulum yang berjumlah 28 orang  terdiri dari gabungan perwakilan kelas mulai dari kelas X, kelas XI, dan kelas XII yang mengikuti kegiatan dengan sangat antusias selama tiga pertemuan.
Differentiated Instruction Based on Lesson Study to Improve Critical Thinking and Collaborative Skills in EFL Class Sulaiman, Rizkariani; Umar Mansyur; Hilal Surahmatullah; Elena Tikhonova
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7699

Abstract

This classroom action research aimed to investigate how differentiated Instruction using Lesson Study enhances students’ critical thinking and teamwork skills in learning English. The study took place in class 8.2 at UPT SPF SMP Negeri 23 Makassar, Indonesia, during the 2025/2026 school year, involving 37 eighth-grade students. Two cycles of Lesson Study-based action research (Plan-Do-See and Re-Plan-Do-See) were carried out, focusing on teaching the simple past tense, recount texts, and modals expressing ability or inability. Instruction was tailored based on students’ readiness, interests, and learning styles (visual, auditory, kinesthetics). Data collection included rubrics for critical thinking and collaboration, classroom observations, and field notes. Quantitative results showed consistent growth in students’ critical thinking. The average score increased from 2.3 (Sufficient) before the intervention to 2.8 (Good) after Cycle I and to 3.3 (Very Good) after Cycle II (scale 1–4). The percentage of students meeting the mastery criterion (score ≥ 3.0) rose from 13.5% to 54.1% and then to 81.1%. Collaboration skills also improved, with the average score rising from 2.5 (Sufficient) to 3.0 (Good) and 3.4 (Very Good), with a shift from most students in the Sufficient category to most in the Good–Very Good categories. Qualitative data revealed changes from one-student-dominant group work and brief, unsupported answers to more shared participation, clearer roles, reasoned arguments, and reflective group discussions. These findings suggest that differentiated instruction within a Lesson Study cycle effectively promotes critical thinking and collaboration in junior high school EFL classes and aligns with the goals of the Kurikulum Merdeka and 21st-century skills.
IRF AI Integration in a Public Speaking Class: Classroom Discourse and AI Feedback Using a Hugging Face Space Rusdiah, Rusdiah; Sulaiman, Rizkariani; Husnul Mujaddidah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7719

Abstract

This study investigates how the Initiation Response Feedback (IRF) pattern, integrated with an AI-based feedback tool, supports public speaking instruction in an English as a Foreign Language (EFL) context. It examines (1) how IRF patterns emerge in classroom interaction, (2) how IRF contributes to feedback effectiveness and students’ public speaking performance, and (3) how an AI tool, AI Feedback Presentation, a Gradio application deployed on Hugging Face Spaces is positioned within the feedback ecosystem and students’ academic literacy. The research adopts a qualitative classroom discourse analysis design. Participants were 19 third semester students enrolled in a Public Speaking course in an English Literature program at a private university in Makassar, Indonesia. Data were collected through participant observation, audio video recordings, verbatim transcripts of four key meetings, and pilot logs from the AI Feedback Presentation application. The four meetings focused on polite (dis)agreement, formal presentation structure and peer feedback, discussions on empathy, plastic use, AI and academic honesty, and modeling of expert speeches. Data were analyzed by segmenting IRF sequences, coding feedback types, and developing themes related to public speaking skills and AI use. Findings show that IRF is consistently employed to scaffold students’ spoken production from short responses to structured, polite opinions and formal presentations. The combination of IRF with recasts, metalinguistic explanations, elaborative feedback, and affective support enhances students’ awareness of politeness, speech organization, and delivery (eye contact, intonation, body language). The AI Feedback Presentation tool provides automatic transcription and simple performance metrics, which function as triggers for reflection rather than grading mechanisms. Students perceive AI as a useful assistant for grammar and idea generation, while also recognizing risks to academic honesty. The study proposes an IRF AI framework in which human and AI feedback are complementary in public speaking instruction.