Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola penggunaan teknologi dalam pembelajaran sebelum, selama, dan setelah pandemi, serta faktor-faktor yang memengaruhi penurunan penggunaan teknologi pascapandemi di kalangan mahasiswa dan dosen. Pendekatan kuantitatif dan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap 115 mahasiswa pendidikan bisnis dan 8 dosen dari berbagai prodi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pandemi, 40% responden menggunakan teknologi secara moderat hingga intensif, yang meningkat menjadi 95% selama pandemi, tetapi menurun kembali menjadi 55% setelah pandemi. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti digital fatigue (88% mahasiswa dan 87% dosen merasa lelah), preferensi pembelajaran tatap muka (86% mahasiswa merasa lebih nyaman), serta keterbatasan infrastruktur kampus (83% responden mengeluhkan fasilitas yang kurang memadai). Selain itu, kebijakan institusi yang belum sepenuhnya mendukung integrasi teknologi juga menjadi tantangan. Meskipun demikian, mahasiswa dan dosen menyatakan bahwa teknologi tetap penting sebagai pelengkap pembelajaran hybrid, meskipun integrasinya belum optimal. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi institusi pendidikan dalam merancang kebijakan dan strategi pembelajaran berbasis teknologi yang lebih efektif di masa depan.
Copyrights © 2025