Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Peneliti menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai alat penggali data. Subyek dalam penelitian ini adalah guru BK, 10 orang siswa dan wakil kepala sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru BK menggunakan layanan konseling individu untuk menyelesaikan masalah sosial maupun pembelajaran siswa, salah satunya tentang kepercayaan diri siswa. Tahap- tahap konseling individu ada tiga tahapan, yaitu tahap awal, pada tahap ini membangun hubungan yang baik antara guru BK dan siswa. Kedua, tahap pertengahan atau kerja, guru BK mengartikan permasalahan yang dilami oleh siswa. Ketiga, tahap akhir guru BK memberikan solusi kepada siswa. Hambatan dalam pelaksanaan layanan konseling individu yaitu, jumlah siswa yang sangat banyak menyebabkan guru BK kurang fokus dalam menyelesaikan masalah siswa. Siswa juga cenderung menganggap guru BK sebagai guru killer atau polisi sekolah, sehingga siswa jadi ragu untuk datang ke guru BK dan timbul kesalahpahaman antara siswa dengan guru BK. Solusi untuk hambatan dalam pelaksanaan layanan konseling individu, guru BK harus lebih pro aktif dalam mencari informasi siswa dan mendekatkan diri ke siswa agar mereka mau datang guru BK sehingga siswa tidak lagi mengganggap guru BK sebagai guru killer atau polisi sekolah. Hasil yang diperoleh siswa sebelum mengikuti konseling dan setelah mengikuti konseling bahwa ada perubahan pada diri siswa, yaitu kepercayaan diri yang meningkat.
Copyrights © 2025