Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses enkulturasi nilai budaya anyaman bambu besek terhadap anak-anak di Desa Jepang. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan diskriptif kualitatif yang dilandasi teori Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya yang terkandung dalam budaya besek masyarakat Desa Jepang meliputi, nilai peduli lingkungan, nilai disiplin, dan nilai tanggung jawab. Sementara proses enkulturasi melalui kegiatan interaksi, observasi, hingga imitasi. Proses enkulturasi yang terjadi dipengaruhi beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses enkulturasi yang berlangsung sebagai nilai budaya pada masyarakat Desa Jepang adalah faktor internal, faktor ekternal, dan faktor permintaan pasar atas barang hasil produksi. Inovasi fungsi dilakukan dengan mengalihkan fungsi besek yang awalnya sebagai pembungkus nasi jadi tempat saouvenir dll yang sebelumnya dibuat dari plastik. Selain itu besek dengan dekorasi ini juga dimanfaatkan sebagai wadah cinderamata dalam pernikahan atau acara lainnya di Kudus.
Copyrights © 2024