Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, termasuk jagung yang menjadi salah satu komoditas unggulan. Namun, di Desa Wakah, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, pemanfaatan jagung masih terbatas pada konsumsi langsung atau dijual dalam bentuk mentah. Program pengabdian masyarakat melalui pelatihan pembuatan dodol jagung manis bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk jagung dan memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu dan pelaku UMKM di Dusun Manjungsari. Kegiatan dilaksanakan selama 4 bulan dengan metode pendampingan, sosialisasi, dan pelatihan teknis. Hasilnya menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah jagung menjadi dodol yang bernilai ekonomi tinggi, serta motivasi untuk mengembangkan usaha mikro di desa. Dodol jagung yang dihasilkan memiliki cita rasa khas dan potensi pemasaran yang luas. Namun, masih diperlukan pengadaan peralatan untuk meningkatkan daya saing produk melalui kemasan yang lebih baik serta strategi pemasaran yang efektif. Program ini berhasil memperkuat jiwa kewirausahaan dan membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat. Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, dodol jagung, pelatihan, UMKM, Desa Wakah
Copyrights © 2024