Evaluasi pembelajaran merupakan salah satu bagian integral dalam proses pembelajaran. Evaluasi yang baik yakni yang mampu memberikan gambaran yang akurat terkait pencapaian pembelajaran siswa, salah satunya dalam pembelajaran IPA SD/MI dalam Kurikulum Merdeka. Dikarenakan Kurikulum Merdeka menuntut adanya perubahan paradigma dalam pembelajaran, tentu dalam penerapannya muncul kendala termasuk dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dan mengidentifikasi berbagai problematika atau permasalahan yang terjadi selama proses evaluasi pembelajaran IPA di tingkat SD/MI berlangsung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa problematika yang dialami oleh guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran IPA guna mencapai tujuan pendidikan Kurikulum Merdeka SD/MI diantaranya: (1) Guru belum memiliki pemahaman mendalam terkait karakteristik dari masing-masing bentuk asesmen; (2) Guru kebingungan dalam menentukan bentuk instrumen yang dapat mengukur kompetensi secara tepat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran; (3) Guru kesulitan dalam merancang asesmen yang komprehensif; serta (4) Guru kesulitan dalam menjamin instrumen asesmen yang dikembangkan dapat mengakomodasi perbedaan individu secara adil. Implikasi dari permasalahan ini adalah efisiensi waktu menjadi terganggu. Untuk mengatasi hal tersebut, guru perlu mengikuti pelatihan guna mengembangkan kompetensi dalam mengembangkan instrumen asesmen agar sesuai dengan tujuan pembelajaran, kurikulum dan karakteristik siswa; guru dapat melakukan kolaborasi dengan guru lain dan melakukan diskusi dalam komunitas belajar terkait pengembangan instrumen asesmen; serta guru dapat menggunakan teknologi sebagai alat bantu untuk mengelola asesmen.
Copyrights © 2025