Penelitian ini mengkaji nilai-nilai kejuangan Prabu Siliwangi melalui praktik tapa dan penyucian diri di mata air Citarum sebagai bagian dari proses spiritual dalam memahami ajaran Islam. Sebagai tokoh legendaris dalam sejarah Sunda, Prabu Siliwangi dikenal tidak hanya sebagai pemimpin yang bijaksana dan tangguh, tetapi juga sebagai figur spiritual yang menempuh jalan kontemplatif untuk mencapai pencerahan batin. Mata air Citarum menjadi simbol penting dalam perjalanan spiritualnya, mencerminkan hubungan antara alam, kekuasaan, dan pencarian makna hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan interpretasi simbolik terhadap naskah-naskah lokal dan legenda yang berkembang di masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa laku tapa dan penyucian diri yang dilakukan Prabu Siliwangi merupakan bentuk transformasi diri yang selaras dengan nilai-nilai Islam, terutama dalam aspek tasawuf dan pencarian tauhid. Melalui pemahaman ini, figur Prabu Siliwangi dapat dipandang sebagai jembatan budaya yang menyatukan nilai-nilai lokal dengan ajaran Islam secara harmonis.
Copyrights © 2025