Banyaknya kerusakan jalan seperti bergelombang, retak buaya, dan jalan berlubang dibeberapa titik di ruas Jalan Nasional Bulu-Tuban-Sadang menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan fungsi dari jalan tersebut. Oleh karena itu perlu diadakan upaya perencanaan perkerasan kaku yang efektif dan efisien agar jalan berfungsi dengan baik dan sesuai dengan umur rencana. Pada penelitian ini tidak dilakukan survey secara langsung terhadap volume lalulintas melainkan didapat dari data sekunder yang didapat dari kementrian PUPR. Perencanaan perkerasan ini membandingkan antara kedua metode yaitu AASHTO 1993 dan Binamarga 2017. Untuk perhitungan RAB berdasarkan Permen PU nomor 28 tahun 2016. Dari hasil perhitungan metode AASHTO didapatkan hasil ketebalan plat 200 mm dengan perhitungan RAB sebesar Rp. 507.174.032.500,00 sedangkan untuk metode Binamarga 2017 didapatkan hasil ketebalan plat 285 mm dengan perhitungan RAB sebesar Rp. 652.237.731.600,00.
Copyrights © 2022