Perkembangan penduduk Kota Surabaya menyebabkan gentingnya pembangunan ke arah vertikal, namun hal ini menjadi suatu tantangan karena Indonesia merupakan daerah rawan gempa. Ukuran kolom serta sistem struktur yang digunakan akan berpengaruh terhadap kinerja struktur dalam merespon beban gempa. Skripsi ini bertujuan menentukan ukuran kolom serta konfigurasi terbaik untuk gedung dengan sistem rangka dan sistem rangka tabung. Sebagai variabel penelitian, maka digunakan empat model gedung yang divariasikan ukuran kolom dan konfigurasi strukturnya. Metode analisis yang digunakan untuk mendapatkan kapasitas deformasi adalah pushover analysis. Kemudian, untuk mendapatkan titik kinerja dari masing-masing model gedung maka dievaluasi menggunakan metode spektrum kapasitas ATC-40. Dalam proses analisis digunakan program bantu SAP2000 v21.2.0. Drift ratio hasil pushover analysis dengan metode spektrum kapasitas ATC-40 pada masing-masing model gedung menunjukkan bahwa semua model gedung masih berada di bawah drift limit 2%. Dengan model gedung keempat (framed tube system) sebagai model dengan drift ratio terkecil yaitu sebesar 0,81%. Lalu evaluasi kinerjanya menunjukkan kinerja gedung model kedua (frame system) berada dalam kategori Damage Control (DC), sedangkan tiga model lainnya masih berada dalam kategori Immediate Occupance (IO). Ditinjau dari anggaran biayanya, gedung model kedua merupakan gedung dengan biaya terendah, dengan selisih 20,98% jika dibandingkan dengan gedung model keempat yang merupakan gedung dengan biaya tertinggi. Jika mempertimbangkan kedua faktor, yaitu evaluasi kinerja dan anggaran biaya, dapat disimpulkan gedung model ketiga (framed tube system) adalah konfigurasi terbaik.
Copyrights © 2022