Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kondisi ekonomi orang tua dan self-efficacy terhadap kesiapan kerja lulusan SMK Akuntansi. Dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan metode survei dan analisis regresi untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen (kondisi ekonomi orang tua dan self-efficacy) dan variabel dependen (kesiapan kerja). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada siswa kelas akhir serta alumni SMK Akuntansi yang baru saja lulus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekonomi orang tua berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja, dengan stabilitas keuangan keluarga mendukung akses pelatihan dan sumber daya yang relevan bagi dunia kerja. Selain itu, self-efficacy menunjukkan pengaruh positif yang lebih kuat, mengindikasikan bahwa keyakinan diri individu dalam menyelesaikan tugas dan menghadapi tantangan pekerjaan menjadi faktor kunci dalam kesiapan kerja. Kedua variabel ini bersama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja lulusan, dengan self-efficacy berperan sebagai mediator parsial antara kondisi ekonomi orang tua dan kesiapan kerja. Penelitian ini mengusulkan pentingnya pengembangan program untuk meningkatkan self-efficacy di pendidikan kejuruan serta pemerataan dukungan ekonomi untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan pendidikan dan keluarga dalam mempersiapkan lulusan SMK yang kompetitif di pasar kerja.
Copyrights © 2024