Inflasi harga beras diberbagai daerah tidak terlepas dari ketersediaan produk ditingkat petani yang terganggu akibat gagal panen. Faktor utama yang memengaruhi hal tersebut adalah krisis iklim, sehingga mendorong munculnya faktor-faktor lain sebagai sub faktor. Epidemi tungro sebagai salah satu sub faktor yang dibawa oleh wereng hijau (vektor) telah menjadi sebab banyaknya tanaman padi yang gagal tumbuh dan malainya yang hampa. Epidemi ini akibat perubahan cuaca dan masifnya penggunaan bahan sintetik untuk memacu produktivitas tanaman, sehingga terjadi resistensi dan resurgensi organisme pengganggu tanaman. Oleh katena itu penggunaan agen hayati berupa Trichoderma spp diperlukan untuk menekan prevalensi penyakit tungro di Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana. Tujuan kegiatan ini untuk memengaruhi perilaku para petani agar dapat menerapkan Trichoderma spp dalam menanggulangi masalah penyakit dan peningkatan kesuburan tanah. Dalam kegiatan ini diharapkan para petani mampu memproduksi sendiri biakan Trichoderma spp hasil ekplorasi lokal dari Desa Karang Indah. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kesadaran petani dalam tindak agronomi yang diberikan pada tanaman padi. Melalui kegiatan pelatihan ini, banyak dampak yang terasa dalam setiap komponen/ komunitas yang terlibat sehingga pada kegiatan yang akan datang, kolaborasi antar setiap komunitas tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2023