Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep dan miskonsepsi mahasiswa terhadap subkonsep pecahan. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan mixed methods dan desain sequential explanatory. Populasi penelitian adalah mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Makassar, dengan sampel sebanyak 36 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan melalui tes diagnostik yang mencakup tujuh subkonsep pecahan, dilengkapi dengan skala Certainty of Response Index (CRI) untuk mengukur keyakinan terhadap jawaban. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman tertinggi ada pada subkonsep Part-Whole Congruent Part dan Part-Group Noncongruent Part (100%), sedangkan pemahaman terendah pada Part-Whole Noncongruent Part (28%). Tingkat miskonsepsi tertinggi juga ditemukan pada subkonsep tersebut (72%). Selanjutnya, responden dengan miskonsepsi dianalisis secara kualitatif melalui wawancara mendalam dan analisis terbuka terhadap jawaban mahasiswa. Data kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengklasifikasikan miskonsepsi. Temuan menunjukkan bahwa representasi visual yang tidak kongruen pada pecahan menjadi tantangan bagi mahasiswa. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya pendekatan pembelajaran yang menekankan variasi representasi dan makna konseptual pecahan untuk meminimalkan miskonsepsi.
Copyrights © 2025