Pelaku UMKM sering menghadapi kendala dalam pencatatan keuangan yang sistematis, yang berdampak pada pengelolaan arus kas dan pengambilan keputusan bisnis. Untuk mengatasi masalah ini, kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital melalui pelatihan penggunaan aplikasi pencatatan keuangan berbasis mobile bagi pelaku UMKM di Kelurahan Rabanggodu Selatan, Kota Bima. Pendekatan yang digunakan adalah Mixed-Methods, menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pelatihan dan pendampingan partisipatif. Sebanyak 30 pelaku UMKM dipilih dengan metode purposive sampling berdasarkan keterbatasan dalam pencatatan keuangan manual serta kepemilikan perangkat mobile yang mendukung aplikasi digital. Pelatihan ini terdiri dari sosialisasi, praktik langsung menggunakan aplikasi BukuWarung, Money Lover, dan Catatan Keuangan Harian, serta evaluasi efektivitas melalui pre-test dan post-test, wawancara, serta observasi. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta setelah pelatihan, sebagaimana dibuktikan oleh perbedaan skor pre-test dan post-test. Sementara itu, analisis kualitatif mengungkapkan bahwa mayoritas peserta memilih BukuWarung sebagai aplikasi yang paling mudah digunakan. Tantangan utama yang dihadapi peserta mencakup keterbatasan perangkat, akses internet, serta kebiasaan pencatatan manual yang sulit diubah. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kemampuan pencatatan keuangan digital UMKM. Model pelatihan serupa dapat diterapkan lebih luas dengan dukungan pemerintah dan lembaga terkait guna mempercepat adopsi teknologi keuangan digital di sektor UMKM.
Copyrights © 2024