Krisis air bersih merupakan tantangan global yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, terutama di wilayah pedesaan yang belum memiliki infrastruktur memadai. Desa Cibuluh, Kabupaten Subang, Jawa Barat, meskipun memiliki sumber air yang melimpah, menghadapi kendala dalam distribusi air bersih dari sumber air bersih ke pemukiman warga. Menanggapi permasalahan ini, Politeknik Manufaktur Negeri Bandung melalui program pengabdian masyarakat menerapkan teknologi pompa hidram di Kampung Ciseupan sebagai solusi distribusi air yang hemat energi dari sumber air bersih ke penampungan. Kegiatan ini mencakup survei lokasi, perancangan, perakitan, instalasi, dan uji fungsi pompa bersama warga. Teknologi pompa hidram memanfaatkan energi aliran air secara gravitasi tanpa memerlukan listrik. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 10 warga dalam pembangunan dan memberikan manfaat bagi 35 kepala keluarga. Pompa hidram yang dibuat mampu mengalirkan air dengan debit 0,13 liter/detik di titik keluar penampungan. Teknologi ini berhasil membuat akses air bersih ke warga dengan biaya operasional rendah serta mendukung kualitas hidup masyarakat. Kolaborasi aktif dengan warga membuktikan efektivitas penerapan teknologi tepat guna sebagai solusi berkelanjutan untuk infrastruktur dasar di pedesaan.
Copyrights © 2025