Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Kontrol Aliran Fluida Bervikositas Tinggi dengan Sensor Flow YF-S201 pada Otomatisasi Dispenser Minyak Goreng Hadi Supriyanto
Jurnal Teknologi Terapan Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v7i1.311

Abstract

The purpose of Automation system on the Hygenist Automatic Frying Oil Dispenser making is to assist the frying oil sellers or suppliers in measuring the oil accurately and minimize the frying oil contamination. The dispenser is designed using pump and flowsensor to measure the frying oil pumped out. Electric valve or faucet is used to prevent contamination of the oil as the substitute of manual faucet. This study is focused on designing and making automation system on the frying oil dispenser, measuring time and volume accuracy of dispenser. Dispensers can be moved, capable of accommodating 50 Kg of oil and have a choice of two quantities; 500ml and 250ml.  As a result, flowsensor reading shows the same average frequency of 25 Hz and 35 Hz for filling 250 mL oil and 500 mL respectively. Time consumption for pumping 250 mL and 500 mL oil out from the dispenser is 8.85 s and 15,3 s respectively. Using delay program, the oil pumped out for 250 mL and 500 mL target volume need 5.75 s and 12 s delay time.
Rancang Bangun Ventilator Controller Berbasis Tekanan dengan Teknologi Internet of Things Abyanuddin Salam; Ismail Rokhim; Hadi Supriyanto; Fitria Suryatini; Andri Wiyono
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 1: June 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v6.i1.2021.53-60

Abstract

Ventilator merupakan sebuah alat yang sangat penting ditengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membangun ventilator controller berbasis tekanan menggunakan teknologi IoT. Pada ventilator digunakan sensor tekanan yang diproses menggunakan mikrokontroler Arduino untuk  mengendalikan tekanan pada ventilator melalui motor BLDC yang diatur kecepatannya. Besar tekanan dapat  diatur melalui user interface, baik secara langsung menggunakan HMI Touchscreen maupun secara jarak jauh menggunakan aplikasi Android pada smartphone melalui jaringan internet. Ventilator controller dihubungkan ke internet menggunakan modul WiFi ESP32 dan mengirim serta menerima data ke cloud server menggunakan Firebase Realtime Database. Pada ventilator controller ini dilengkapi juga dengan monitoring suhu dan kendali ON-OFF mesin ventilator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuisisi data suhu yang dilakukan pada rentang 25-26oC, menunjukkan rata-rata suhu sebesar 25,5oC, sedangkan pengujian akuisisi data tekanan dilakukan pada rentang 0,49-1,47 Pa dihasilkan rata-rata tekanan sebesar 0,98 Pa. Rata-rata delay time komunikasi phone to device (Android ke ventilator) sebesar 1,69 detik, sedangkan device to phone sebesar 1,83 detik. Teknologi IoT yang diterapkan pada penelitian ini membuat ventilator controller dapat dikendalikan secara jarak jauh sehingga dapat membatasi kontak langsung antara petugas kesehatan dengan pasien.
Penentuan Lintasan Pergerakan Quadcopter Berbasis GPS (Global Positioning System) Abdur Rohman Harits Martawireja; Hadi Supriyanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur Vol 1 No 2 (2019): Vol 1 No 2 (2019): Volume: 1 | Nomor: 2 | Oktober 2019
Publisher : Pusat Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarat (P4M) Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.812 KB) | DOI: 10.48182/jtrm.v1i2.7

Abstract

UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) is an aerial vehicle without pilot that can be controlled. There are two types of UAV, fixed wing and rotary wing. Quadcopter becomes one of rotary wing type UAV that is commonly used in various needs, like exploration and imaging. In this study, Quadcopter is used as the vehicle that moves following the path produced by the GPS on followed objek (main modul). The type of the GPS installed on Quadcopter (GPS1) and main modul (GPS2) are GPS Ublox NEO. The working principle of the system is Quadcopter follows the track coordinates generated by GPS1, which GPS1 track data is sent to the Quadcopter using Bluetooth media. While the Quadcopter moves, it will continuously compare the coordinate data produced by the Quadcopter's position with the track coordinate data that had been received. Testing on the Main Module GPS Receiver (GPS1) and GPS Receiver Quadcoter (GPS2), both GPS is able to get GPS data from satellites, but data can be lost or deviated in confined spaces. Error / difference in data from GPS1 and GPS2 in Quadcopter movement testing to follow the Main Module as the destination point at latitude and longitude, respectively, are 53% and 51%.
Sistem Kendali Quadcopter Melalui Jaringan Internet Berbasis Lokasi dan Pengenalan Marker Menggunakan Smartphone Hadi Supriyanto; Nur Afifah; Aris Budiyanto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.937 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1382

Abstract

Quadcopter adalah helicopter multirotor yang diangkat dan didorong oleh empat buah rotor dan memiliki kemampuan VTOL (Vertical Take Off Landing) dikendalikan menggunakan flight controller yang telah memiliki algoritma dan sensor-sensor tertentu dan dilengkapi komponen elektronika lainnya seperti gps, dan sensor kamera. Rancang bangun dan implementasi quadcopter kali ini memungkinkan mengikuti rute spesifik terencana yang telah ditentukan untuk menjalankan misi waypoint berbasis lokasi, kemudian muncul permasalahan pada saat menjalankan program waypoint menggunakan GPS pada penelitian sebelumnya yang ditandai dengan perubahan posisi lokasi waypoint selama melakukan percobaan 15 kali dengan perubahan jarak lokasi rata-rata 4.42 meter dan waktu pengiriman rata-rata data internet sebesar 2.27 sekon. Metodelogi yang digunakan dalam penyelesaian permasalah ini menggunakan sensor kamera sebagai pengenalan marker berupa bulat merah di atas tanah diproses oleh algoritma image processing di Raspberry Pi menggunakan software OpenCV. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah quadcopter menjalankan misi waypoint yang telah ditentukan berupa marker untuk melakukan pendaratan. Dengan menggunakan sensor kamera pada quadcopter sebagai pengenalan marker, maka dapat menjalankan misinya menuju waypoint yang telah ditentukan berupa bulat merah, disamping itu didapat perubahan jarak rata-rata lokasi waypoint berupa marker sebesar 0.4 meter.
PERBANDINGAN PERFORMANSI LATENCY PROTOKOL KOMUNIKASI HTTP DAN MQTT PADA INTERNET OF THINGS Susetyo Bagas Bhaskoro; Hadi Supriyanto; Berlian Bayu Aji; Budi Pamungkas
Jurnal Teknologi Terapan Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v8i2.309

Abstract

The objective of this study is to compare the performance (latency parameter) of HTTP and MQTT protocols. The latency parameter is the difference in time for a packet being transmitted and received. The tests are distinguished on different days and times. The results obtained are that the MQTT is better than HTTP. The results of the comparison values three times in a row are as follows: 46.6ms, 52.3ms, and 50.2ms
IMPLEMENTASI KONTROLER PID DENGAN METODE TUNING ZIEGLER-NICHOLS DAN COHEN-COON PADA SISTEM SCADA KENDALI LEVEL AIR Hadi Supriyanto; Fitria Suryatini; Abdur Rohman Harits Martawireja; Hendy Rudiansyah
Jurnal Teknologi Terapan Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v8i2.410

Abstract

Didactics or mini plant teaching aids help students in colleges to understand the use of industrial equipment The SCADA-based water level control system is one of the teaching aid simulator equipment for monitoring and controlling water levels. In this research, PLC is used as a controller with three I/O modules  digital input module, digital output, and analog input and output. Arduino is also used as an analog output converter from PLC to actuator. The control method used is PID control. In the PID control, there are control parameters, namely Kp, Ki, and Kd. The third parameter was determined by the Ziegler-Nichols tuning method and compared with the Coohen-Coon method. The SCADA software that used is Wonderware Intouch on a system using a kepserver. The results of this study indicate that the Cohen-Coon tuning method for proportional control Kp = 1 produces the best response in water level control with a settling time of 21s and a rise time of 18s.
Pompa Hidram Sebagai Solusi Pompa Hemat Listrik Untuk Distribusi Air Desa Cibuluh Abdur Rohman Harits Martawireja; Hadi Supriyanto; Wahyudi Purnomo; Nur Wisma Nugraha; Pipit Anggraeni; Ega Mardoyo; Dandi Cahyadi; Moch Fikrie Dzulfikar
Madaniya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1228

Abstract

Krisis air bersih merupakan tantangan global yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, terutama di wilayah pedesaan yang belum memiliki infrastruktur memadai. Desa Cibuluh, Kabupaten Subang, Jawa Barat, meskipun memiliki sumber air yang melimpah, menghadapi kendala dalam distribusi air bersih dari sumber air bersih ke pemukiman warga. Menanggapi permasalahan ini, Politeknik Manufaktur Negeri Bandung melalui program pengabdian masyarakat menerapkan teknologi pompa hidram di Kampung Ciseupan sebagai solusi distribusi air yang hemat energi dari sumber air bersih ke penampungan. Kegiatan ini mencakup survei lokasi, perancangan, perakitan, instalasi, dan uji fungsi pompa bersama warga. Teknologi pompa hidram memanfaatkan energi aliran air secara gravitasi tanpa memerlukan listrik. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 10 warga dalam pembangunan dan memberikan manfaat bagi 35 kepala keluarga. Pompa hidram yang dibuat mampu mengalirkan air dengan debit 0,13 liter/detik di titik keluar penampungan. Teknologi ini berhasil membuat akses air bersih ke warga dengan biaya operasional rendah serta mendukung kualitas hidup masyarakat. Kolaborasi aktif dengan warga membuktikan efektivitas penerapan teknologi tepat guna sebagai solusi berkelanjutan untuk infrastruktur dasar di pedesaan.