Di tengah pesatnya arus informasi digital, pemilih, terutama generasi muda, rentan terhadap penyebaran berita palsu yang dapat mempengaruhi proses demokrasi. Pendidikan warga negara memiliki potensi strategi dalam membekali siswa dengan kemampuan literasi media, berpikir kritis, dan pemahaman tentang etika digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan kewarganegaraan dalam menanggulangi disinformasi dan hoaks di era media sosial pada kampanye pemilihan umum tahun 2024, dengan perspektif siswa/i SMA SW Eria. Disinformasi dan hoaks menjadi tantangan serius dalam proses demokrasi, terutama selama periode kampanye pemilihan umum, di mana informasi palsu dapat mempengaruhi persepsi dan pilihan pemilih muda. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner yang diisi oleh siswa/i SMA SW Eria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki peran penting dalam membekali siswa dengan kemampuan literasi digital, berpikir kritis, dan etika bermedia. Pendidikan kewarganegaraan yang efektif mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya disinformasi dan hoaks, serta mendorong mereka untuk menjadi pemilih yang lebih cerdas dan bertanggung jawab. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kurikulum pendidikan kewarganegaraan dengan fokus pada literasi media dan kritis untuk menangkal disinformasi dan hoaks di kalangan generasi muda.
Copyrights © 2024