Masyarakat yang tinggal di kota tidak lepas dari problematika. Terlebih, bagi masyarakat kampung yang banyak terdapat di kota-kota besar. Cerpen “Gelang Sipaku Gelang (2)” karya Yusi Avianto Pareanom menggambarkan problematika berupa masalah dan pengucilan sosial yang dialami oleh masyarakat Kampung Barutikung di Kota Semarang. Tulisan ini menjelaskan gambaran masalah dan pengucilan sosial masyarakat Kampung Barutikung dalam cerpen, serta penyebab terjadinya. Untuk dapat menjelaskan masalah tersebut, penulis menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Analisis yang dilakukan didasarkan pada interpretasi objektif, dengan didukung berbagai referensi terkait yang digunakan untuk mendukung analisis dan argumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masalah sosial yang terjadi di Kampung Barutikung dalam cerpen, yakni berupa kriminalitas (tawuran atau perkelahian massal, pencurian, dan judi), kemiskinan, banjir dan rob, masalah kepadatan penduduk, serta penyakit. Masalah sosial yang dialami sangat berkaitan erat dengan posisi masyarakat Barutikung sebagai bagian dari masyarakat bawah dan pinggiran di Kota Semarang. Kondisi tersebut menjadi semakin parah lantaran berbagai pengucilan sosial masyarakat Barutikung. Pengucilan sosial yang terjadi yakni berupa rasa malu, marginalisasi, diskriminasi, dan stigmatisasi. Hal ini membuat masyarakat Barutikung dalam cerpen menjadi tidak percaya diri, malu, menderita, sengsara, terkucil, dan bahkan mencoba melepaskan identitasnya.
Copyrights © 2024